Intervensi di Pasar SUN Topang Penguatan Rupiah Sore Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
13 May 2026 15:36

Bloomberg Technoz, Jakarta - Setelah tiga hari beruntun melemah, rupiah sore ini menutup perdagangan dengan penguatan 0,2% ke posisi Rp17.465/US$. Meski begitu, rupiah masih berada di atas Rp17.000-an/US$.
Penguatan rupiah hari ini sepertinya tertopang oleh intervensi pemerintah di pasar obligasi. Kemarin (12/5/2026) pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyebut akan melakukan intervensi di pasar obligasi melalui dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund (BSF).
Instrumen tersebut digunakan untuk membeli kembali Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder guna menjaga stabilitas harga obligasi dan menahan kenaikan imbal hasil. Dampaknya sore ini cukup terasa. Pergerakan imbal hasil (yield) di pasar surat utang negara (SUN) bergerak turun, mengindikasikan adanya aksi beli terjadi di pasar.
Yield tenor 1 tahun turun 4,5 basis poin (bps) menjadi 6,34%, sementara tenor 2 tahun melemah 4,8 bps ke level 6,35%. Tekanan beli juga terlihat cukup kuat pada tenor 3 tahun yang turun 4,3 bps menjadi 6,47% dan tenor 4 tahun yang turun 4,9 bps ke 6,58%.
Aksi beli paling agresif terjadi pada tenor 5 tahun dengan penurunan yield sebesar 7,8 bps menjadi 6,60%. Penurunan cukup dalam ini mengindikasikan adanya aksi kembali ke tenor menengah setelah sebelumnya pasar obligasi mengalami tekanan akibat pelemahan rupiah dan meningkatnya kekhawatiran global.




























