Alasan CNG 3 Kg Tak Disarankan Buat Gantikan Gas Melon Bersubsidi
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 May 2026 16:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom menyarankan pemerintah agar tidak memutuskan mengganti liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) bersubsidi dengan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) 3 kg.
Alih-alih, ‘CNG eceran’ tersebut disarankan hanya menjadi alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat selain gas minyak cair.
Ekonom dari Universitas Andalas Syafruddin Karimi berpendapat rencana masifikasi CNG melalui tabung 3 kg tidak realistis jika tujuan akhirnya adalah untuk menyubstitusi Gas Melon bersubsidi secara penuh dalam waktu dekat.
Dia menilai pengembangan CNG membutuhkan ekosistem yang jauh lebih kompleks, termasuk biaya kompresi yang efisien, tabung berstandar keselamatan tinggi, jaringan distribusi, akses isi ulang, hingga jaringan distribusi yang tertata.
“LPG 3 kg sudah membentuk jaringan distribusi luas sampai tingkat warung, pangkalan, dan rumah tangga. CNG belum memiliki jaringan setara. Jika pemerintah memaksakan penggantian penuh, masyarakat berisiko menghadapi kelangkaan, biaya adaptasi, kekhawatiran keselamatan, dan beban baru dalam aktivitas harian,” kata Syafruddin ketika dihubungi, Rabu (13/5/2026).






























