Logo Bloomberg Technoz

Ketua DPR Panggil BI & Menkeu Soal Rupiah, Ini Respons Purbaya

Mis Fransiska Dewi
12 May 2026 17:50

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima undangan Ketua DPR RI Puan Maharani yang berniat meminta penjelasan terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga ke level Rp17.500/US$.

Puan sebelumnya menyebut DPR akan meminta penjelasan kepada bank sentral dan Kementerian Keuangan terkait situasi ekonomi global dan ekonomi domestik saat ini. Penjelasan yang diharapkan termasuk strategi bank sentral dan pemerintah dalam mengatasi pelemahan rupiah agar bisa kembali menguat.

“Saya belum tahu, belum ada undangannya. Tapi saya siap [jika dipanggil]. Kalau saya kan pasif di situ, urusan bank sentral saja yang menjelaskan kenapa [rupiah melemah],” kata Purbaya ditemui di kantornya, Selasa (12/5/2026).


Bagaimanapun, Purbaya menyebut persoalan rupiah merupakan wewenang Bank Indonesia (BI) bukan urusan Kementerian Keuangan.

“Karena tugas bank sentral hanya satu menurut Undang-Undang kan, menjaga stabilitas nilai tukar, bukan yang lain,” tegas dia.