Logo Bloomberg Technoz

Analis Sebut Musim Tebar Dividen Bisa Bikin Rupiah Makin Lesu

Redaksi
12 May 2026 16:09

Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)
Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sepanjang 2026, rupiah menempati posisi kedua terlemah (-4,75%) di kawasan, hanya lebih baik dari rupee India (-6,02%). 

Pelemahan rupiah diproyeksikan masih akan terus terjadi dan jauh dari kata stabil pada kuartal II-2026 lantaran adanya kebutuhan repatriasi dividen investor asing dari pasar saham domestik. 

Berdasarkan estimasi terbaru Mega Capital Sekuritas terhadap saham-saham yang mencakup 53% kapitalisasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), potensi repatriasi dividen diperkirakan mencapai Rp75,3 triliun sepanjang April hingga Juli 2026, meningkat tajam dibanding estimasi sebelumnya Rp52,8 triliun.


Menurut Revo Gilang Firdaus, Analis Ekuitas Mega Capital Sekuritas, puncak repatriasi diperkirakan terjadi pada Mei dengan nilai mencapai Rp34,2 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibanding April yang diperkirakan sekitar Rp23,8 triliun. 

Besarnya aliran dividen keluar tersebut membuat tekanan terhadap rupiah semakin sulit dihindari dan menjadi salah satu alasan mengapa nilai tukar rupiah hari ini telah menyentuh area psikologis Rp17.500/US$.