Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Jadi Mata Uang dengan Kinerja Kedua Terburuk di Asia

Redaksi
12 May 2026 14:45

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah mencatatkan posisi terendah sepanjang sejarah, dengan penurunan menembus Rp17.500/US$. Dengan pelemahan ini, rupiah praktis menjadi mata uang terlemah kedua di Asia secara ytd setelah India.

Merujuk pada data Bloomberg, di sepanjang tahun 2026, mata uang garuda sudah mencatatkan penurunan sebesar 4,75%, hanya lebih baik dibandingkan dengan India yang mencatatkan penurunan sebesar 6,02% di sepanjang tahun.

Sementara itu Peso, Won dan Baht masing-masing mencatatkan penurunan sebesar 4,24%, 3,43% dan juga 2,75%, di sepanjang tahun ini.

Mata Uang Asia  Penurunan (ytd)
Indian Rupee -6.02
Indonesian Rupiah -4.75
Philippine Peso -4.24
South Korean Won -3.43
Thai Baht -2.75
Hong Kong Dollar -0.58
Japanese Yen -0.51
Taiwanese Dollar -0.31

Sumber: Bloomberg

Pergerakan rupiah makin memprihatinkan. Di tengah euforia angka pertumbuhan ekonomi 5,61%, rupiah justru mencatat posisi terendah sepanjang sejarah di Rp17.510/US$.