BI Klaim Peredaran Uang Palsu di RI Catatkan Penurunan
Mis Fransiska Dewi
13 May 2026 15:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah peredaran uang rupiah palsu menunjukkan tren yang menurun, dari 5 ppm (piece per million atau 5 lembar dalam setiap 1 juta uang beredar) pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024–2025, dan menurun menjadi 1 ppm pada April 2026.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan hal itu terjadi karena sinergi dan koordinasi dari berbagai unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu atau Botasupal serta penguatan kualitas uang rupiah baik bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman yang semakin modern, sehingga semakin mudah dikenali dan sulit dipalsukan.
Dalam kesempatan itu, BI dan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menggelar pemusnahan uang palsu. Langkah ini untuk mendukung dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemberantasan uang palsu.
“Komitmen ini kita wujudkan melalui pemberian klarifikasi atas uang rupiah yang diragukan keasliannya,” kata Ricky dalam gelaran pemusnahan uang palsu, Rabu (13/5/2026).
Adapun uang palsu yang dimusnahkan berjumlah 466.535 lembar yang berasal dari laporan masyarakat, perbankan, penyelenggara jasa pengolahan uang rupiah, dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bank Indonesia secara nasional periode 2017-2025.





























