Logo Bloomberg Technoz

BI Akhirnya Buka Suara, Ungkap Penyebab Rupiah Loyo Rp17.500/US$

Mis Fransiska Dewi
12 May 2026 16:02

Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg
Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengklaim pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level Rp17.500/US$ terjadi akibat faktor internal ekonomi domestik maupun eksternal global.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menjelaskan penyebab rupiah terdepresiasi karena meningkatnya kebutuhan dolar AS secara musiman, seperti pembayaran utang luar negeri dan pembayaran dividen perusahaan. Selain itu, terdapat kebutuhan untuk ibadah haji yang mendorong peningkatan permintaan dolar AS di pasar domestik.

Dari sisi eksternal, konflik di Timur Tengah masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat, sehingga mendorong naiknya harga minyak dunia serta meningkatkan ketidakpastian global.


"BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda sehingga nilai tukar rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya," ujar Destry dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

Destry menambahkan, bank sentral akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar dengan melakukan intervensi, baik di pasar spot, DNDF maupun NDF. Selain itu, BI juga akan mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter, sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rupiah.