Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ambrol, Ekonom Usulkan Strategi Ini Dijalankan BI & Menkeu

Mis Fransiska Dewi
13 May 2026 16:10

Karyawan mengambil mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan mengambil mata uang rupiah di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menyarankan Bank Indonesia dan pemerintah bekerja sama menjalankan sejumlah solusi untuk memperkuat rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini telah ambles hingga ke kisaran Rp17.500/US$. 

Dalam hasil riset Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), tim analis Ronny P Sasmita menilai rupiah yang tembus ke level Rp17.500/US$ merupakan alarm keras bagi pengelola kebijakan ekonomi, baik fiskal maupun moneter di Indonesia.

Untuk itu, dia menyarankan Bank Indonesia (BI) perlu mengambil sejumlah langkah strategis. Pertama, reorientasi kebijakan moneter. 


"BI harus lebih berani dalam memberikan sinyal kenaikan suku bunga jika tekanan terhadap rupiah terus berlanjut melampaui level toleransi fundamental, meskipun harus mengorbankan sebagian pertumbuhan ekonomi jangka pendek demi stabilitas makro yang lebih besar," ujar Ronny dalam hasil risetnya, Rabu (13/5/2026).

Kedua, pemerintah harus meninjau ulang prioritas belanja negara untuk memastikan bahwa defisit APBN tidak menjadi beban tambahan bagi nilai tukar. Koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) harus lebih intensif untuk menyinkronkan kebijakan fiskal-moneter.