Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Tanggapi Protes Kamar Dagang China Soal Investasi di RI

Mis Fransiska Dewi
13 May 2026 07:15

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferesni Pers di Kompleks Kementerian Keuangan, Senin (11/4/2026). (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferesni Pers di Kompleks Kementerian Keuangan, Senin (11/4/2026). (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal Kamar Dagang China atau China Chamber of Commerce yang mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto berisi protes terkait dengan keadaan investasi di Indonesia.

Salah satu kebijakan yang disorot mengenai rencana persyaratan retensi devisa wajib atau Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang dinilai menyebabkan ketidakpastian tinggi bagi eksportir sumber daya alam, karena dipaksa untuk menyetor 50% dari pendapatan devisa mereka di bank milik negara Indonesia setidaknya selama satu tahun.

Purbaya menyampaikan persoalan kebijakan DHE SDA seharusnya tidak menjadi persoalan karena pemerintah tetap mengedepankan kepentingan nasional sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif.


Bendahara Negara tersebut mengungkapkan kebijakan DHE SDA dirancang fleksibel dan telah disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Pemerintah juga memberikan sejumlah pengecualian agar likuiditas perusahaan tetap terjaga.

"Kalau perusahaan nanti yang tidak pinjam uang di Indonesia terbebas dari DHE SDA ada pengecualin seperti itu. Jadi harusnya China tidak ada masalah," kata Purbaya ditemui di Kementerian Keuangan, Selasa (12/5/2026) sore.