Rupiah Rp17.500/US$, Ekonom Sebut Peluang BI Rate Naik Lebar
Redaksi
12 May 2026 19:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar Rupiah terus mengalami pelemahan hingga pada perdagangan Selasa (12/5/2026), Rupiah ditutup melemah 0,51% di Rp17.500/US$, menjadi level terlemah rupiah sepanjang sejarah.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede, mengatakan dengan melemahnya rupiah tersebut, peluang kenaikan BI Rate semakin terbuka, tetapi keputusan tersebut tidak otomatis.
“Bank Indonesia pada April 2026 masih mempertahankan BI Rate di 4,75% karena inflasi masih dalam sasaran, namun BI juga menegaskan siap memperkuat kebijakan moneter apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi,” kata Josua, Selasa (12/5/2026).
Apalagi menurut Josua, tekanan rupiah saat ini banyak dipicu oleh ketidakpastian global seperti konflik Timur Tengah, permintaan dolar domestik yang besar, arus keluar portofolio, serta kekhawatiran pasar terhadap kesinambungan fiskal.
Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, BI biasanya akan lebih dahulu memperkuat intervensi valas, menjaga daya tarik instrumen moneter, dan mengelola likuiditas sebelum menaikkan suku bunga acuan.





























