Logo Bloomberg Technoz

Mengurangi Sampah Jakarta dengan Nilai Ekonomi

Andrean Kristianto
11 May 2026 20:08

Petugas mengoperasikan mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (11/05/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas mengoperasikan mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (11/05/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Di pasar Kramat Jati tersebut berdiri mesin berteknologi hidrotermal yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.

Di pasar Kramat Jati tersebut berdiri mesin berteknologi hidrotermal yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.

Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Pupuk cair yang diolah berasal dari sampah organik dari limbah sayuran para pedagang pasar. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pupuk cair yang diolah berasal dari sampah organik dari limbah sayuran para pedagang pasar. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Upaya pengelolaan sampah juga dilakukan melalui penguatan program bank sampah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Upaya pengelolaan sampah juga dilakukan melalui penguatan program bank sampah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pembekalan tersebut salah satunya dilakukan di Bank Sampah Persatuan Jakarta, Jakarta Timur. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pembekalan tersebut salah satunya dilakukan di Bank Sampah Persatuan Jakarta, Jakarta Timur. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kegiatan itu tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga siswa taman kanak-kanak agar memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.

Kegiatan itu tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga siswa taman kanak-kanak agar memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.

Para siswa diajak mengenal cara memilah sampah dan mengolahnya menjadi pupuk. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Para siswa diajak mengenal cara memilah sampah dan mengolahnya menjadi pupuk. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Mereka juga diberikan pemahaman bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik salah satunya dengan membuat kerajinan.

Mereka juga diberikan pemahaman bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik salah satunya dengan membuat kerajinan.

Para siswa taman kanak-kanak juga diajarkan untuk memilah sampah sesuai jenisnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Para siswa taman kanak-kanak juga diajarkan untuk memilah sampah sesuai jenisnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Adanya bank sampah juga membantu warga untuk menambah penghasilan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Adanya bank sampah juga membantu warga untuk menambah penghasilan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga dapat menjual limbah plastiknya ke bank sampah dengan harga Rp1.000 hingga Rp4.000/kilogramnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga dapat menjual limbah plastiknya ke bank sampah dengan harga Rp1.000 hingga Rp4.000/kilogramnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan warga memilah sampah.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan warga memilah sampah.

Petugas mengoperasikan mesin pengolahan sampah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (11/05/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Di pasar Kramat Jati tersebut berdiri mesin berteknologi hidrotermal yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.
Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.
Pupuk cair yang diolah berasal dari sampah organik dari limbah sayuran para pedagang pasar. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Upaya pengelolaan sampah juga dilakukan melalui penguatan program bank sampah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pembekalan tersebut salah satunya dilakukan di Bank Sampah Persatuan Jakarta, Jakarta Timur. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kegiatan itu tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga siswa taman kanak-kanak agar memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
Para siswa diajak mengenal cara memilah sampah dan mengolahnya menjadi pupuk. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mereka juga diberikan pemahaman bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik salah satunya dengan membuat kerajinan.
Para siswa taman kanak-kanak juga diajarkan untuk memilah sampah sesuai jenisnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Adanya bank sampah juga membantu warga untuk menambah penghasilan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga dapat menjual limbah plastiknya ke bank sampah dengan harga Rp1.000 hingga Rp4.000/kilogramnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan warga memilah sampah.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ada suasana berbeda di salah satu sudut Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Di kawasan pasar tersebut berdiri mesin berteknologi hidrotermal yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.

Sampah yang diproses berasal dari limbah sayuran milik para pedagang pasar. Setiap pagi, petugas mengumpulkan sampah organik untuk kemudian diantarkan ke lokasi pengolahan.

Teknologi hidrotermal bekerja dengan memanfaatkan uap panas bertekanan tinggi untuk mengurai sampah organik tanpa melalui proses pembakaran. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Pasar tradisional dipilih sebagai lokasi pengolahan karena menghasilkan sampah organik dalam jumlah besar setiap hari. Pengolahan langsung ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah yang selama ini dikirim ke tempat pembuangan akhir.

Upaya pengelolaan sampah juga dilakukan melalui penguatan program bank sampah. Edukasi mengenai pentingnya memilah sampah digencarkan melalui berbagai kegiatan di lingkungan masyarakat.

Pembekalan tersebut salah satunya dilakukan di Bank Sampah Persatuan di Jakarta Timur. Kegiatan itu tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga siswa taman kanak-kanak agar memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.

Para siswa diajak mengenal cara memilah sampah dan mengolahnya menjadi pupuk. Mereka juga diberikan pemahaman bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

“Kalau memilah sampah untuk botol-botol plastik bisa menjadi penghasilan tambahan buat belanja-belanja dapur atau untuk kebutuhan sekolah anaknya bisa diambil dari income-nya yang sudah ditabung di bank sampah,” kata Rahmat.

Rahmat menjelaskan harga jual botol plastik bervariasi, mulai dari Rp1.000 hingga Rp4.000 per kilogram. Pria berusia 47 tahun itu juga memberikan pelatihan pemanfaatan botol plastik menjadi berbagai kerajinan.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang mewajibkan warga memilah sampah dari sumbernya mulai 10 Mei 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya besar mengurangi beban sampah ibu kota.

Sementata itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi menegaskan bahwa mulai 1 Agustus 2026 TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu. Pada 2027, lokasi tersebut ditargetkan tidak lagi menerima sampah sama sekali.

Jumlah sampah Jakarta saat ini mencapai rata-rata 7.500 hingga 8.000 ton per hari. Gunungan sampah di Bantargebang bahkan telah menjulang lebih dari 50 meter atau setara gedung 16 lantai.

(dre/ros)