Data Center Harus Diwajibkan Investasi pada PLTA dan PLTS
Redaksi
13 May 2026 14:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pusat data (data center) yang terus berkembang bisa dibilang terlalu boros energi untuk memenuhi tuntutan kecerdasan buatan. Oleh karena itu, pusat data didesak agar berinvestasi dalam pembangkit tenaga surya dan angin baru yang cukup untuk sepenuhnya menutupi kebutuhan listrik mereka.
Di Australia, para menteri energi negara bagian dan federal sepakat bahwa pusat data di seluruh negeri harus "sepenuhnya mengimbangi" kebutuhan listrik mereka melalui investasi dalam pembangkit energi terbarukan dan penyimpanan energi baru.
Menyitir Guardian, Rabu (13/5/2026), upaya, yang didukung oleh seluruh menteri kecuali menteri dari Queensland, juga menyatakan bahwa pusat data harus menyediakan "layanan fleksibilitas permintaan"—langkah-langkah yang memungkinkan pusat data mengontrol jumlah listrik yang diambil dari jaringan.
Terdapat penolakan yang semakin meningkat terhadap tren pembangunan pusat data besar, terutama di kawasan pemukiman.
Selain membutuhkan listrik dalam jumlah besar, pusat data juga akan memberi tekanan pada pasokan air untuk pendinginan.































