Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Rp17.500/US$, Closing Terlemah Sepanjang Sejarah

Tim Riset Bloomberg Technoz
12 May 2026 15:44

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), dengan pelemahan 0,51% di Rp17.500/US$. Ini merupakan posisi penutupan terlemah dalam sejarah.

Dalam sesi perdagangan tadi siang, rupiah sempat menyentuh Rp17.511/US$, tertekan berbagai sentimen domestik dan faktor eksternal. 

Tekanan eksternal masih menjadi pemicu utama pelemahan mata uang di pasar negara berkembang, termasuk rupiah.

Pergerakan mata uang kawasan, pada Selasa (12/5/2026). (Bloomberg)

Ketidakpastian arah konflik Timur Tengah setelah gagalnya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali mendorong harga minyak dunia bertahan tinggi di atas US$100 per barel.

Kondisi ini memperbesar kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global dan potensi suku bunga tinggi bertahan lebih lama di Amerika Serikat.