Logo Bloomberg Technoz

Saat Rupiah Ditutup Terlemah dalam Sejarah

Andrean Kristianto
12 May 2026 19:42

Pengunjung menukarkan mata uang asing di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengunjung menukarkan mata uang asing di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Rupiah menutup perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), dengan pelemahan 0,51% di Rp17.500/US$. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Rupiah menutup perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), dengan pelemahan 0,51% di Rp17.500/US$. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ini merupakan posisi penutupan terlemah dalam sejarah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ini merupakan posisi penutupan terlemah dalam sejarah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pelaku usaha mengungkapkan efek penurunan rupiah akan terasa membebani biaya impor bahan baku. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pelaku usaha mengungkapkan efek penurunan rupiah akan terasa membebani biaya impor bahan baku. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sektor yang paling terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah antara lain manufaktur yang bahan bakunya berbasis impor, pangan, logistik laut.

Sektor yang paling terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah antara lain manufaktur yang bahan bakunya berbasis impor, pangan, logistik laut.

Pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS juga berdampak pada harga-harga elektronik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS juga berdampak pada harga-harga elektronik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Ketika nilai rupiah melemah, harga barang impor biasanya ikut naik sehingga daya beli masyarakat dapat terpengaruh. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Ketika nilai rupiah melemah, harga barang impor biasanya ikut naik sehingga daya beli masyarakat dapat terpengaruh. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Semakin banyak masyarakat menggunakan produk lokal, maka industri dalam negeri dapat berkembang lebih kuat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Semakin banyak masyarakat menggunakan produk lokal, maka industri dalam negeri dapat berkembang lebih kuat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pengunjung menukarkan mata uang asing di tempat penukaran mata uang, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Rupiah menutup perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), dengan pelemahan 0,51% di Rp17.500/US$. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ini merupakan posisi penutupan terlemah dalam sejarah. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pelaku usaha mengungkapkan efek penurunan rupiah akan terasa membebani biaya impor bahan baku. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sektor yang paling terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah antara lain manufaktur yang bahan bakunya berbasis impor, pangan, logistik laut.
Pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp 17.500 per dolar AS juga berdampak pada harga-harga elektronik. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Ketika nilai rupiah melemah, harga barang impor biasanya ikut naik sehingga daya beli masyarakat dapat terpengaruh. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Semakin banyak masyarakat menggunakan produk lokal, maka industri dalam negeri dapat berkembang lebih kuat. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), dengan pelemahan 0,51% di Rp17.500/US$. Ini merupakan posisi penutupan terlemah dalam sejarah.

Dalam sesi perdagangan tadi siang, rupiah sempat menyentuh Rp17.511/US$, tertekan berbagai sentimen domestik dan faktor eksternal. 

Tekanan eksternal masih menjadi pemicu utama pelemahan mata uang di pasar negara berkembang, termasuk rupiah.

Ketidakpastian arah konflik Timur Tengah setelah kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran kembali mendorong harga minyak dunia bertahan tinggi di atas US$100 per barel.

Pelaku usaha mengungkapkan efek penurunan rupiah akan terasa membebani biaya impor bahan baku. Sektor yang paling terdampak dari pelemahan nilai tukar rupiah antara lain manufaktur yang bahan bakunya berbasis impor, pangan, logistik laut dan pertambangan.

(dre/ros)