Penyebab Rupiah Tembus di Atas Rp17.500/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
12 May 2026 10:49

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah makin memprihatinkan. Di tengah euforia angka pertumbuhan ekonomi 5,61%, rupiah justru mencatat posisi terendah sepanjang sejarah di Rp17.510/US$.
Mata uang Ibu Pertiwi terdepresiasi 0,56% pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), pukul 10:10 WIB.
Tekanan eksternal dalam bentuk ketidakpastian geopolitik dan mengerek harga minyak mentah, diperparah dengan kondisi domestik yang sarat ketidakpastian kebijakan serta dominasi belanja negara sebagai penopang pertumbuhan, membuat investor kian khawatir dan melepas aset di berdenominasi rupiah.
Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas memproyeksikan, jika rupiah sore ini ditutup di level Rp17.500/US$, maka berisiko melanjutkan pelemahan ke arah Rp17.600/US$ hingga Rp17.800/US$.
Pelemahan rupiah hari ini tidak terlepas dari beberapa sentimen. Dari faktor eksternal, langkah AS dan Iran yang saling bertukar proposal membuat pasar kembali memasang mode risk-off. Apalagi kecil kemungkinan akan tercapainya kesepakatan damai.





























