Meskipun saham global telah pulih dari kerugian akibat perang dan harga minyak mentah telah mengurangi premi risiko, pasar tetap berada di antara optimisme hati-hati dan kekhawatiran baru terhadap situasi di Timur Tengah. Kondisi tersebut berpotensi membatasi selera risiko dan memperkuat volatilitas jangka pendek yang dipicu oleh perkembangan berita.
“Baik AS maupun Iran mungkin sedang mencoba memperkuat posisi tawar dan memainkan permainan siapa yang akan menyerah lebih dulu,” kata Christopher Wong, analis strategi di Oversea-Chinese Banking Corp. “Apa pun hasilnya, ketidakpastian sementara ini bisa membatasi selera risiko, tetapi ketika salah satu pihak menyerah, aset berisiko bisa menguat. Jadi kondisi dua arah masih sangat terbuka.”
Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya dijadwalkan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran, namun perwakilan dari Teheran menolak hadir dengan alasan tuntutan AS tidak masuk akal. Kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency melaporkan bahwa saat ini tidak ada prospek Iran untuk berpartisipasi dalam negosiasi.
Pengumuman Trump tersebut berbeda dengan pernyataannya sebelumnya. Dalam wawancara telepon pada Senin, Trump mengatakan “sangat kecil kemungkinan” ia memperpanjang penghentian permusuhan jika tidak tercapai kesepakatan.
"Menunggu dengan uang tunai sampai sinyal benar-benar aman bukanlah strategi yang menguntungkan, namun risiko ke depan masih sangat besar," kata Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management. "Jadi, tidak masuk akal juga untuk mengambil posisi yang terlalu berisiko tinggi saat ini."
Di pasar lain, emas naik 0,5% menjadi US$4.745 per ons, sementara perak menguat 1% menjadi US$77,60 per ons. Sebelumnya, Philadelphia Stock Exchange Semiconductor Index naik 0,5%, menyamai rekor kenaikan terpanjangnya. Obligasi pemerintah AS mempertahankan pelemahan dari sesi sebelumnya, dengan imbal hasil obligasi acuan 10 tahun relatif stabil di 4,29%.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi terbaru. Penjualan ritel AS melonjak paling tinggi dalam setahun, menunjukkan konsumen masih membelanjakan dana untuk berbagai barang meskipun harga bensin meningkat akibat perang.
Sementara itu, Kevin Warsh, calon pimpinan bank sentral AS yang diusulkan Trump, mengatakan Federal Reserve memerlukan kerangka baru untuk menangani inflasi yang persisten, meskipun tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Ia juga mengatakan presiden AS tidak memintanya berkomitmen pada keputusan suku bunga tertentu.
“Presiden mencalonkan saya untuk posisi tersebut, dan saya akan bertindak independen jika dikonfirmasi sebagai ketua Federal Reserve,” tambah Warsh.
Berikut pergerakan utama di pasar keuangan global:
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,5% pada pukul 09.52 waktu Tokyo
- Kontrak berjangka Hang Seng Index turun 1%
- Kontrak berjangka Nikkei 225 (OSE) naik 0,4%
- Indeks Topix Jepang turun 0,6%
- Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7%
- Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 turun 0,1%
Mata Uang
- Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2%
- Euro relatif stabil di US$1,1747
- Yen Jepang menguat 0,1% menjadi 159,21 per dolar
- Yuan offshore relatif stabil di 6,8244 per dolar
- Dolar Australia naik 0,2% menjadi US$0,7163
Kripto
- Bitcoin naik 0,7% menjadi US$76.284,13
- Ether naik 0,4% menjadi US$2.324,1
Obligasi
- Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun relatif stabil di 4,29%
- Imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun naik dua basis poin menjadi 2,400%
- Imbal hasil obligasi Australia tenor 10 tahun naik lima basis poin menjadi 4,95%
Komoditas
- Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,1% menjadi US$89,78 per barel
- Emas spot naik 0,5% menjadi US$4.742,19 per ons
Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.
(bbn)
































