Langkah BPOM Tekan Harga Obat-obatan di Tengah Konflik Timteng
Redaksi
21 April 2026 18:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi harga obat-obatan akan naik dikarenakan konflik Timur Tengah yang sedang terjadi.
Menurut Kepala BPOM, Taruna Ikrar, ada lebih dari 50% obat yang produknya berasal dari petrokimia, yang bahanya dihasilkan dari pengeolahan minyak bumi dan gas alam. Serta sekitar 30% dari obat kimia yang beredar itu adalah juga turunan dari petrokimia yang berhubungan, misalnya bahan baku yang berhubungan dengan misalnya parasetamol itu adalah turunan kimia dari obat-obat.
“Kemudian beberapa ibuprofen yang merupakan obat anti-inflamasi asalnya dari petrokimia. Jadi, kesimpulannya, geopolitik internasional yang sekarang ini pasti berpengaruh, apalagi bahan baku, intermediate product, bahkan biosimilar itu lebih dari 90 persen kita impor. Jadi tentu ini akan berdampak kepada harga obat,” kata Taruna dalam penjelesan di DPR kemarin.
Untuk itu ada dua langkah yang akan dilakukan BPOM untuk menekan kenaikan harga.
“Pertama, terkait kemasan. Badan POM akan membuat aturan baru yang dulunya, misalnya, kan, semua kemasan itu biasanya sebelum ganti kemasan harus ada aturan di mana dia melakukan uji standardisasi, uji stabilitas kemasan, dan sebagainya. Sekarang kita akan buatkan, mungkin keputusan, mungkin dia bisa mengganti kemasannya industri-industri ini, sesuai yang penting kepastian, aman, kestabilan itu tetap terjamin,” ujar Taruna.
































