Logo Bloomberg Technoz

Jakarta Kala Peringatan Hujan dan Cuaca Ekstrem di Indonesia

Andrean Kristianto
21 April 2026 16:39

Warga melintasi banjir di jalan Siaga Raya, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga melintasi banjir di jalan Siaga Raya, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam periode 20-23 April 2026.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam periode 20-23 April 2026.

Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer dalam skala global, regional, hingga lokal serta masa peralihan musim (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer dalam skala global, regional, hingga lokal serta masa peralihan musim (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Selain itu, peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan melanda hampir seluruh provinsi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan melanda hampir seluruh provinsi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

BMKG memperkirakan dua zona musim (ZOM) di wilayah Jakarta memulai musim kemarau pada Mei. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

BMKG memperkirakan dua zona musim (ZOM) di wilayah Jakarta memulai musim kemarau pada Mei. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Warga melintasi banjir di jalan Siaga Raya, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam periode 20-23 April 2026.
Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer dalam skala global, regional, hingga lokal serta masa peralihan musim (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Selain itu, peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan melanda hampir seluruh provinsi. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
BMKG memperkirakan dua zona musim (ZOM) di wilayah Jakarta memulai musim kemarau pada Mei. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam periode 20-23 April 2026.

BMKG menjelaskan, hujan di dalam beberapa waktu terakhir dipicu oleh berbagai dinamika atmosfer, mulai dari aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial, Kelvin, hingga Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO).

Selain itu, peralihan dari Monsun Asia ke Monsun Australia turut membentuk pola angin dan konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan melanda hampir seluruh provinsi, meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

(dre/ain)