Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Menguat Tipis, Pasar Pantau Sinyal Damai AS-Iran

News
21 April 2026 08:00

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (21/4). Optimisme hati-hati merebak di kalangan investor setelah muncul tanda-tanda Iran kemungkinan akan bergabung kembali dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS), di tengah tenggat waktu gencatan senjata yang kian mendekat. Sementara itu, harga minyak mentah mulai melandai.

Indeks saham di Jepang, Korea Selatan, dan Australia tercatat menguat pada pembukaan, membawa indeks MSCI Asia Pasifik naik 0,3%. Kontrak berjangka S&P 500 juga merangkak naik setelah sebelumnya tergelincir 0,2% pada Senin akibat pelemahan saham teknologi raksasa. Saham Apple Inc sempat terkoreksi di perdagangan AS menyusul penunjukan John Ternus sebagai CEO baru menggantikan posisi sebelumnya.


Di pasar komoditas, harga minyak Brent turun 0,7% ke level US$94,80 per barel pada Selasa pagi, setelah sempat melonjak 5,6% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, nilai tukar dolar dan imbal hasil obligasi AS (Treasury) terpantau stabil.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kecil kemungkinan ia akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran jika tidak ada kesepakatan sebelum tenggat pada Rabu malam waktu Washington. Iran juga tengah mempersiapkan pengiriman delegasi untuk putaran pembicaraan berikutnya, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)