Logo Bloomberg Technoz

RI Butuh Peta Hilirisasi Bauksit, Cegah Oversupply Serupa Nikel

Azura Yumna Ramadani Purnama
22 April 2026 12:20

Pabrik Aluminium Yunani, sebuah unit dari Metlen Group, di Agios Nikolaos, Viotia, Yunani./Bloomberg-Nick Paleologos
Pabrik Aluminium Yunani, sebuah unit dari Metlen Group, di Agios Nikolaos, Viotia, Yunani./Bloomberg-Nick Paleologos

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri mineral dan batu bara (minerba) menyarankan pemerintah segera menyusun peta jalan hilirisasi bauksit, usai sejumlah pengusaha asal China berminat berinvestasi di pabrik pengolahan atau smelter aluminium di Indonesia.

Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli berpendapat peta jalan industri bauksit yang tertata dan terukur dapat mencegah hilirisasi komoditas tersebut bernasib seperti hilirisasi nikel.

Adapun, pabrik pengolahan nikel di Indonesia saat ini sangat menjamur seiring masuknya investasi dari China, bahkan kondisi tersebut sempat membuat pasokan logam nikel di pasar global berlebih atau overproduksi.


Rizal menyarankan pemerintah perlu merancang kebijakan agar investasi hilirisasi bauksit yang masuk ke Indonesia berkualitas, yakni; efisien dan ramah lingkungan, mendukung industri lanjutan sampai produk jadi, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara.

“Pemerintah harus benar-benar melakukan kajian berapa jumlah smelter yang ideal dibangun dikaitkan dengan kesimbangan neraca sumber daya dan cadangan dan sustainability industri yang diharapkan,” kata Rizal ketika dihubungi, Rabu (22/4/2026).