Logo Bloomberg Technoz

Wall Street Anjlok Saat Perundingan AS-Iran Temui Jalan Buntu

News
22 April 2026 05:20

Bursa saham AS atau Wall Street. (Bloomberg)
Bursa saham AS atau Wall Street. (Bloomberg)

Joel Leon - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada perdagangan Selasa (21/4) setelah Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan kunjungannya ke Pakistan. Pembatalan ini memaksa negosiasi dengan Iran ditunda, meskipun di sisi lain Presiden AS Donald Trump telah memperpanjang masa gencatan senjata yang seharusnya berakhir pada hari Rabu.

Indeks S&P 500 ditutup melemah 0,6% di New York, mencatat penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Indeks Nasdaq 100 turun 0,4%, sementara Indeks Volatilitas Cboe bertahan di level 20. Di tengah kelesuan pasar, Indeks Semikonduktor Bursa Saham Philadelphia justru naik 0,5%, menyamai rekor kenaikan beruntun terpanjangnya.


Harga minyak mentah Brent melonjak 3,6% ke kisaran US$99 per barel seiring macetnya pembicaraan damai antara AS dan Iran. Associated Press melaporkan bahwa Vance membatalkan rencana perjalanan ke Pakistan yang menjadi lokasi putaran kedua perundingan. Secara terpisah, kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Iran melalui mediator Pakistan telah menginformasikan AS bahwa mereka tidak akan menghadiri pertemuan di Islamabad tersebut.

"Reli pasar sejak titik terendah Maret lalu membuat harga saham berada di posisi 'sempurna'," ujar Matt Maley dari Miller Tabak. Ia mencatat bahwa batalnya Vance ke Pakistan mempersulit pasar untuk "mempertahankan kesempurnaan tersebut."