Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Melemah, Investor Pantau Gencatan Senjata AS-Iran

News
22 April 2026 09:29

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di kawasan Asia dibuka melemah tipis pada perdagangan pagi ini seiring upaya investor dalam memprediksi durasi konflik di Timur Tengah. Indeks MSCI Asia Pasifik terpantau terkoreksi 0,3%.

Di sisi lain, kontrak berjangka (futures) indeks saham Amerika Serikat (AS) justru menguat dan dolar AS bergerak melemah. Hal ini terjadi setelah Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, yang memicu optimisme hati-hati di kalangan investor.


Kontrak S&P 500 naik 0,5% dan Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi menguat 0,6%. Pasar berharap meredanya permusuhan akan menekan harga minyak dan mendukung pertumbuhan ekonomi global. Harga minyak mentah patokan Brent terpantau berfluktuasi di kisaran US$98,60 per barel, sementara dolar AS—yang biasanya menjadi aset aman (safe haven) selama konflik—mengalami pelemahan.

Trump mengumumkan bahwa ia memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, sehari sebelum masa berlakunya berakhir, meskipun rencana putaran baru pembicaraan antara kedua negara gagal terlaksana. AS akan menahan diri dari serangan baru, tetapi tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz yang hingga kini hampir tidak beroperasi.

Penurunan volatilitas lintas aset meningkatkan sentimen risiko. (Sumber: Bloomberg)