Logo Bloomberg Technoz

Jelang Tenggat Rabu, Iran Tegaskan Tolak Negosiasi di Bawah Teror

Redaksi
21 April 2026 13:50

Bendera Iran. (Bloomberg)
Bendera Iran. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf merespons sikap konfrontatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjelang berakhirnya tenggat gencatan senjata. Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan bisa ditekan melalui ancaman blokade maupun gertakan militer.

Melalui unggahan di akun X pada Selasa (21/4), Ghalibaf, yang memimpin delegasi Iran dalam putaran pertama perundingan di Islamabad, menuduh Trump sengaja merusak suasana diplomasi demi kepentingan sepihak.

"Dengan memaksakan blokade dan melanggar gencatan senjata, Trump mengira dia bisa mengubah meja perundingan ini menjadi meja penyerahan diri, atau setidaknya mencari alasan untuk kembali menyulut perang," tulis Ghalibaf.


Pernyataan Ghalibaf ini muncul hanya beberapa jam setelah Trump mengisyaratkan tidak akan memperpanjang gencatan senjata yang akan habis pada Rabu (22/4) malam waktu Washington. Ghalibaf menekankan bahwa Teheran tetap pada prinsipnya untuk tidak bernegosiasi dalam kondisi terintimidasi.

"Kami tidak akan menerima perundingan yang dilakukan di bawah bayang-bayang ancaman," tegasnya. Lebih lanjut, ia memberikan peringatan serius bahwa militer Iran tidak tinggal diam selama masa jeda tempur ini. "Dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk menunjukkan kartu-kartu baru (strategi baru) di medan tempur."