Logo Bloomberg Technoz

Jelang Penentuan BI Rate, Ke Mana Arah Rupiah Hari Ini?

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 April 2026 08:53

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih defensif dan dibuka stagnan pada posisi kemarin di level Rp17.150/US$. Tak lama berselang, rupiah menguat terbatas dengan perubahan sedikit 0,02% ke posisi Rp17.146/US$.

Meski indeks dolar AS masih stagnan bertengger di level 98,39, dan minyak jenis Brent untuk kontrak Juni 2026 kembali naik 0,88% menjadi US$99,25 per barel. 

Di kawasan, pergerakan mata uang hari ini cukup beragam. Won Korea Selatan berbalik menguat 0,21%, disusul dolar Singapura 0,09%, yen Jepang 0,07%, yuan offshore 0,06%. 


Sebaliknya, baht Thailand tergerus 0,24%, ringgit Malaysia menyusut 0,16%, dan dolar Hong Kong tergerus 0,01%. 

Sejak Senin, rupiah spot memang tercatat menguat 0,15% selama dua hari beruntun. Namun, secara kuartalan, rupiah telah terdepresiasi sebesar 1,59%. Setelah perang pecah antara AS dan Iran, rupiah juga sempat menyentuh level terendahnya sejak krisis Asia.