
Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi nasional dalam pengelolaan sumber daya alam di tengah penguatan kerja sama ekonomi Indonesia–Amerika Serikat (AS).
Salah satu langkah strategis yang dipercepat adalah divestasi tambahan saham PT Freeport Indonesia hingga total kepemilikan nasional mencapai 63 persen.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam konferensi pers di Washington, DC, Jumat (20/2) waktu setempat, menyampaikan bahwa proses negosiasi perpanjangan operasi Freeport telah berlangsung intensif dalam dua tahun terakhir antara Pemerintah Indonesia, MIND ID, dan Freeport-McMoRan.
“Puncak produksi Freeport diperkirakan terjadi pada 2035. Saat ini produksi konsentrat mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun, menghasilkan sekitar 900 ribu ton tembaga dan 50–60 ton emas,” ujar Bahlil.
Dengan proyeksi tersebut, pemerintah memandang penting untuk memastikan keberlanjutan operasional tambang di Timika, Papua. Saat ini, komposisi saham Indonesia di PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen.

























