RI akan Ikut Biayai Eksplorasi Freeport Usai Divestasi Rampung
Azura Yumna Ramadani Purnama
21 February 2026 11:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia akan ikut membiayai ongkos eksplorasi lanjutan PT Freeport Indonesia (PTFI) usai mengakuisisi tambahan 12% saham Freeport selepas 2041.
Bahlil mengatakan puncak produksi Freeport berada di 2035 dan saat ini mampu memproduksi konsentrat tembaga mencapai 3,2 juta ton. Dari besaran itu, Freeport menghasilkan 900 ribu ton tembaga dan 50–60 ton emas.
Besaran produksi itu, kata Bahlil, merupakan hasil eksplorasi yang dilakukan pada 2002–2003.
“12% ini tanpa ada biaya apapun, khususnya untuk pengambilalihan 12%. Namun dalam proses untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi, pasti di situ membutuhkan biaya, di situlah ditanggung renteng,” kata Bahlil dalam konferensi pers, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Selain tambahan 12% saham Freeport untuk Indonesia, Bahlil akan memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport selepas 2041.






























