Hattrick RI di AS: Tarif Turun, MoU Rp600 T, Diplomasi Damai
Redaksi
21 February 2026 15:39

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia mencatat tiga capaian strategis sekaligus dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Amerika Serikat: kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang turun jadi 19%, penandatanganan MoU kemitraan bisnis senilai Rp600 triliun, serta kepercayaan sebagai Wakil Komandan Pasukan Perdamaian dalam forum Board of Peace (BoP).
Founder Freedom Institute, Rizal Mallarangeng, menyebut capaian ini sebagai “hattrick” Indonesia di Washington DC. “Kita ini kan berkah bulan puasa ini Indonesia membuat hat-trick di Amerika. Presiden Prabowo harus kita berikan dua jempol saya kira,” kata Celi, sapaan akrab Rizal Malarangeng dalam chanel Youtube Freedom Institute, Jumat (20/2)
Tiga capaian itu datang berurutan. Dimulai dari Business Summit yang mempertemukan Presiden Prabowo dengan para pengusaha besar Amerika dan Indonesia. “Business Summit ya. Di mana Presiden Prabowo hadir. Dengan pengusaha-pengusaha raksasa Amerika. Juga pengusaha-pengusaha besar Indonesia yang dipimpin oleh Kadin,” ujarnya.
Pertemuan itu, kata Celi, bukan sekadar seremoni. Angka yang dihasilkan cukup mencolok.
“Itu menghasilkan kesepakatan perdagangan jumlahnya 38 miliar dolar,” tegasnya. Selain komitmen perdagangan USD 38 miliar, diteken pula MoU kemitraan bisnis Indonesia–Amerika Serikat senilai sekitar Rp600 triliun, mencakup sektor energi, hilirisasi, manufaktur, teknologi, dan penguatan rantai pasok strategis.
Angka-angka itu dinilai menjadi fondasi konkret sebelum memasuki capaian berikutnya yang tak kalah penting: kesepakatan tarif bilateral. Proses negosiasi tarif, menurut Celi, bukan cerita semalam.




























