Harga Minyak Mahal, Biaya Logistik Bisa Makin Mahal
Tim Riset Bloomberg Technoz
02 September 2026 16:12

Bloomberg Technoz, Jakarta - Biaya logistik di Indonesia berpotensi melonjak dengan adanya kenaikan harga minyak dunia, yang menjadi salah satu pendorong inflasi utama dalam beberapa bulan ke depan. Harga minyak Brent yang kembali naik ke US$95/barel menimbulkan kekhawatiran, akan adanya imported inflation dan mendorong kenaikan biaya logistik.
Sebagai negara kepulauan dengan pusat produksi dan konsumsinya tersebar di berbagai wilayah, biaya logistik yang sangat bergantung kepada harga energi menjadi komponen yang penting untuk diperhatikan.
Melansir Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok transportasi mencatat inflasi 4,79% dan memberi kontribusi sebesar 0,58 poin persentase (ppt) terhadap inflasi nasional yang sebesar 3,19% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Meski terlihat kecil, tapi jika ditelisik lebih dalam secara kontribusi kelompok transportasi ternyata menyumbang sekitar 18% dari inflasi utama Agustus. Bagi Indonesia yang simpul perekonomiannya tersebar di berbagai wilayah, kenaikan biaya transportasi ini berpotensi merembet pada harga barang yang bergerak melalui rantai pasok nasional.
"Biaya transportasi dan logistik tetap menjadi sumber penting cost-push inflation. Harga bahan bakar dan tarif penerbangan yang lebih tinggi meningkatkan biaya distribusi antar pulau, yang dapat berdampak pada harga konsumen untuk barang manufaktur dan produk pertanian," kata Enrico Tanuwidjaja, Ekonom Senior UOB.































