Logo Bloomberg Technoz

Hati-hati, IHSG Selalu Melemah Setiap September

Muhammad Julian Fadli
02 September 2026 15:55

Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan saham bulan September ini dengan laju yang fluktuatif. Labilnya arah IHSG tersebut senada dengan data historis dalam 10 tahun perdagangan yang terpeleset di zona merah, namun tipis.

Jika dirata-ratakan berdasarkan data Bloomberg, IHSG tercatat melemah di zona merah dengan penurunan terbatas 0,88% selama perdagangan saham pada bulan September.

Data Historis Indeks Harga Saham Gabungan pada September (Bloomberg Seasonality)

Pada perdagangan dua hari pertama bulan ini hingga Rabu (2/9/2026), IHSG masih mampu menguat 0,87% di posisi 6.582. Sepanjang perdagangan tersebut, IHSG amat berfluktuatif dengan volatilitas intensitas tinggi.


Berdasarkan data Bloomberg Seasonality, pada September 2020 menggambarkan IHSG tertekan amat dalam ambles mencapai 7% lebih terimbas goncangan pandemi Covid-19. Anjloknya IHSG pada tahun 2020 menjadikan tren negatif pelemahan terdalam secara historis.

Adapun catatan pelemahan terdalam selanjutnya terjadi pada September 2019 hingga 2,52%. Selanjutnya pada September 2022 IHSG juga mencatatkan angka pelemahan amat dalam mencapai 1,92%, tekanan kembali berlanjut pada September 2024 yang sentuh 1,86%.