Logo Bloomberg Technoz

Mendag Soroti Penyebab Harga Ayam Naik Tinggi

Ibnu Affan
02 September 2026 17:10

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyoroti upaya pemerintah dalam menyeimbangkan harga di tingkat peternak dan konsumen seiring dengan naiknya harga daging ayam yang kini melebihi harga acuan atau harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga ayam per Rabu (2/9/2026) hari ini tercatat Rp41.149/kg. Sementara, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia tercatat Rp42.900/kg.

Meski hanya tipis, harga tersebut masih berada di atas harga acuan yang dipatok pemerintah sebesar Rp40.000/kg. Mendag menilai harga tersebut justru sesuai dan telah bergerak sebagaimana mestinya.


"Harga acuan atau harga eceran tertinggi ini sebenarnya kan harga pertemuan antara produsen dengan pembeli yang disepakati pemerintah melalui kesepakatan asosiasi. Sehingga, kalau ketemu di harga acuan, maka antara produsen dan pembeli itu terjadi keseimbangan harga," ujar Busan, sapaan akrabnya, di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Busan mencontohkan soal tren harga telur belakangan yang sempat anjlok dikisaran harga Rp22.000/kg. Padahal, harga acuan yang dipatok pemerintah sebesar Rp30.000/kg. Kondisi tersebut lantas membuat peternak merugi dan bangkrut.