Wamen ESDM: Tanpa EBT, Subsidi Energi 2026 Bisa Bengkak Rp300 T
Sabrina Mulia Rhamadanty
02 September 2026 15:15

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperingatkan potensi lonjakan beban subsidi dan kompensasi energi hingga mencapai Rp300 triliun pada 2026.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menekankan anggaran negara terancam membengkak secara signifikan apabila pemerintah terlambat dalam mengantisipasi pasokan serta memacu transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT).
“Kami dari Kementerian ESDM sudah menghitung ini dampak kenaikan ini kalau kita tidak antisipasi dengan ketersediaan energi baru dan terbarukan, ini konsekuensinya peningkatan kompensasi dan subsidi itu bisa meningkat sekitar Rp300 triliun,” ungkap Yuliot saat membuka IndoEBTKE Conex 2026, Rabu (2/9/2026).
Yuliot menjelaskan lebih lanjut bahwa APBN 2026 berpotensi mengalami defisit pembiayaan yang besar jika lonjakan anggaran tersebut tidak ditanggulangi sejak dini melalui pemanfaatan EBT secara masif.
“Itu dampaknya juga ada defisit pembiayaan yang dibiayai dari APBN khususnya pada 2026 ini,” tegasnya.

































