Logo Bloomberg Technoz

Harga Referensi CPO dan Kakao Naik, Dipicu Cuaca Buruk

Ibnu Affan
02 September 2026 14:40

Ilustrasi CPO (Envato)
Ilustrasi CPO (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperbarui harga referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) Pungutan Ekspor (PE) periode September 2026 menjadi sebesar US$1.007,51 per metrik ton (MT), atau naik US$10,99 (1,10%) dari bulan sebelumnya.

Selain CPO, komoditas kakao juga ditetapkan sebesar US$ 5.635,76 per MT, naik US$ 210,79 atau 3,89% dari periode sebelumnya. Dampaknya, Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao periode September 2026 menjadi US$ 5.271 per MT, naik US$206 atau 4,07% dari periode sebelumnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatkan, kenaikan harga referensi tersebut  dipicu oleh adanya penurunan produksi akibat cuaca buruk dan serangan hama.


"Kenaikan HR dan HPE biji kakao periode September 2026 terjadi karena penurunan produksi sebagai akibat dari serangan hama, cuaca yang buruk sebagai dampak El Nino," ujarnya dalam siaran resmi, dikutip Rabu (2/9/2026).

Harge referensi sendiri menjadi patoka penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP), atau dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE),