Logo Bloomberg Technoz

Bantuan Pangan Beras, Menjaga Isi Dapur Jutaan Keluarga

Andrean Kristianto
01 September 2026 16:08

Petugas mendata dokumen Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Kebon Baru, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas mendata dokumen Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Kebon Baru, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sebanyak 733 kepala keluarga (KK) di lima RW Kelurahan Kebon Baru menerima bantuan pangan beras masing-masing 30 kilogram. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Sebanyak 733 kepala keluarga (KK) di lima RW Kelurahan Kebon Baru menerima bantuan pangan beras masing-masing 30 kilogram. (Bloomberg Technoz/Andrean)

Sejak pagi, antrean warga mengular di halaman kantor kelurahan. Mereka membawa surat undangan dan KTP asli untuk menjalani proses pendataan.

Sejak pagi, antrean warga mengular di halaman kantor kelurahan. Mereka membawa surat undangan dan KTP asli untuk menjalani proses pendataan.

Petugas kemudian memverifikasi identitas penerima dengan mendata dan memotret sebelum bantuan diserahkan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas kemudian memverifikasi identitas penerima dengan mendata dan memotret sebelum bantuan diserahkan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga yang telah didata lalu menerima 3 karung beras yang masing-masing beratnya 10kg. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga yang telah didata lalu menerima 3 karung beras yang masing-masing beratnya 10kg. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Jumlah beras yang dibagikan merupakan akumulasi alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. (Bloomberg Technoz/Andre)

Jumlah beras yang dibagikan merupakan akumulasi alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. (Bloomberg Technoz/Andre)

Pemerintah telah menyiapkan total 997.200 ton beras yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah telah menyiapkan total 997.200 ton beras yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Petugas mendata dokumen Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kelurahan Kebon Baru, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sebanyak 733 kepala keluarga (KK) di lima RW Kelurahan Kebon Baru menerima bantuan pangan beras masing-masing 30 kilogram. (Bloomberg Technoz/Andrean)
Sejak pagi, antrean warga mengular di halaman kantor kelurahan. Mereka membawa surat undangan dan KTP asli untuk menjalani proses pendataan.
Petugas kemudian memverifikasi identitas penerima dengan mendata dan memotret sebelum bantuan diserahkan. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga yang telah didata lalu menerima 3 karung beras yang masing-masing beratnya 10kg. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Jumlah beras yang dibagikan merupakan akumulasi alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. (Bloomberg Technoz/Andre)
Pemerintah telah menyiapkan total 997.200 ton beras yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan beras untuk jutaan masyarakat di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Melalui program tersebut, setiap keluarga penerima akan memperoleh bantuan sebanyak 30 kilogram beras. Jumlah itu merupakan akumulasi alokasi untuk tiga bulan sekaligus, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026.

Pemerintah telah menyiapkan total 997.200 ton beras yang akan didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia. Persiapan logistik tersebut dilakukan agar proses penyaluran berjalan sesuai jadwal dan dapat menjangkau seluruh penerima yang telah ditetapkan berdasarkan data terbaru.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa bantuan pangan beras merupakan bagian dari jaring pengaman sosial pemerintah. Program ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjaga stabilitas pangan nasional.

Daftar penerima bantuan menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru yang telah dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 10 Juli 2026. Jumlah penerima bantuan tahap kedua tetap sama dengan tahap pertama, yaitu sebanyak 33.244.408 KPM.

Program bantuan pangan tahap kedua merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp17,52 triliun.

Sebelumnya, penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari hingga Maret 2026 berhasil menjangkau sekitar 33,14 juta KPM atau sekitar 99,7 persen dari target nasional. Pada tahap tersebut, Perum Bulog menyalurkan sekitar 664.880 ton beras serta 132.970 kiloliter minyak goreng kepada masyarakat.

(dre/ain)