Daya Beli & Arah BI Rate di Tengah Inflasi yang Meninggi
Redaksi
01 September 2026 15:13

Bloomberg Technoz, Jakarta - Inflasi kembali naik pada Agustus menjadi 3,19% secara tahunan (year-on-year/yoy), setelah sempat melandai di bulan Juli 2,88%. Kenaikan ini cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya, meski masih berada dalam rentang target Bank Indonesia (BI) 1,5%-3,5%.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut inflasi itu terdorong oleh kenaikan kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kontribusi inflasi 3,86%. Ini merupakan kontribusi terbesar di antara seluruh kelompok pengeluaran.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut, komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, beras, sigaret kretek mesin, cabai rawit, daging sapi, dan sigaret kretek tangan, sigaret putih mesin, dan cabai merah.
Kenaikan yang bersumber dari komoditas pangan yang terdiri dari volatile food seperti daging ayam ras, cabai rawit, dan beras itu, menunjukkan bahwa tekanan pangan kembali muncul, sementara harga yang dikendalikan pemerintah (harga bahan bakar minyak, tarif listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga), masih cukup memberi bantalan.
Secara bulanan, kelompok pangan ini bahkan mengalami inflasi 0,57%, dengan andil 0,17 poin persentase. Artinya, dari total inflasi Agustus secara bulanan yang sebesar 0,21%, sebagian besar berasal dari kelompok pangan.
































