Logo Bloomberg Technoz

Surat Utang RI Dilanda Aksi Jual, Tertekan Harga Minyak & Inflasi

Tim Riset Bloomberg Technoz
02 September 2026 12:55

Ilustrasi pasar keuangan. (Bloomberg)
Ilustrasi pasar keuangan. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sentimen negatif membayangi pasar surat utang Indonesia pada perdagangan Rabu (2/9/2026), setelah sepanjang Agustus investor membukukan aksi beli dan memperkuat nilai tukar rupiah.

Melansir data Bloomberg, investor banyak melepas surat utang di hampir semua tenor. Yield tenor 5 tahun naik paling tajam 16 basis poin (bps) ke 7,09%, disusul tenor 3 tahun naik 14,6 bps ke 6,88%, kemudian tenor 4 tahun naik 12 bps ke 7,02%.

Pergerakan di pasar surat utang ini membawa rupiah melemah dalam dua hari September ini sebesar 0,32% point-to-point.

Pergerakan yield surat utang pada Rabu (2/9/2026). (Bloomberg)

Pembalikan sentimen ini terpicu oleh tekanan eksternal yang datang dari sinyal hawkish dari bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve di tengah tekanan inflasi Negeri Paman Sam yang masih tinggi di 3,4% yoy. Cukup jauh dari target 2%.

Tekanan inflasi membuat pelaku pasar berekspektasi bahwa Gubernur Kevin Wash dan kolega akan menaikkan suku bunga acuan demi mengembalikan inflasi ke jalurnya.