Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup Melemah di 6.595

Muhammad Julian Fadli
02 September 2026 16:58

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,06% di posisi 6.595,77 pada penutupan perdagangan Rabu (2/9/2026). Indeks Komposit ditekan performa negatif saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan sejumlah saham big caps lainnya.

Sepanjang perdagangan IHSG terpeleset di zona merah dengan pelemahan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 6.629,54 sampai dengan terendah 6.561.

IHSG Penutupan Sesi II pada Rabu 2 September 2026 (Bloomberg)

Adapun pelemahan IHSG turut disebabkan tensi geopolitik di Timur Tengah yang kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan terbaru menyasar Iran di Selat Hormuz setelah adanya serangan ke kapal komersil dan juga tentara AS. Iran membalas dengan misil dan drone yang menargetkan aset AS di Aqaba, Jordan, mengutip Panin Sekuritas, Rabu siang. 


Selain itu respon negatif dari probabilitas kenaikan suku bunga acuan The Fed pada September 2026 kembali meningkat mendekati 56,9% (dari yang sebelumnya: ~40%) setelah pernyataan hawkish dari Gubernur The Fed Kevin Warsh yang menegaskan inflasi belum cukup melambat, juga mendorong pelemahan.

Rupiah yang ditutup melemah 0,19% di level Rp17.760/US$, berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, menambah sentimen negatif.