Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Ramal Inflasi Akhir 2026 Sesuai Target: Waspadai El Nino

Redaksi
02 September 2026 14:30

Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)
Inflasi April 2,42% secara tahunan, makanan dan emas perhiasan sumbang inflasi terbesar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Agustus 2026 tercatat 3,19% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut juga mencerminkan Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 108,51 pada Agustus 2025 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.

Meski mencatatkan kenaikan yang cukup tinggi, kalangan ekonom menyebut bahwa hingga akhir tahun nanti proyeksi inflasi masih bisa dipertahankan sesuai dengan target yakni 2,5% plus minus 1.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksi bahwa inflasi akhir 2026 masih akan berada di level 3,13% dengan pemerintah mewaspadai kombinasi harga minyak tinggi, rupiah melemah, inflasi meningkat, dan impor tumbuh jauh lebih cepat daripada ekspor.


“Proyeksi inflasi akhir 2026 sebesar 3,13% masih memiliki risiko terganggu oleh El Nino, karena potensi El Nino yang kuat sebagai salah satu risiko utama karena dapat mengganggu produksi pertanian, menurunkan pasokan pangan, dan mendorong kenaikan harga,” kata Josua kepada Bloomberg Technoz, baru-baru ini.

Menurut Josua, risiko El Nino ini  cukup relevan karena tekanan pangan sudah mulai terlihat bahkan sebelum fenomena tersebut mencapai dampak maksimum.