Mendag Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Defisit 2 Bulan Beruntun
Ibnu Affan
02 September 2026 16:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan alasan utama neraca perdagangan barang Indonesia mengalami defisit selama dua bulan beruntun atau pada Mei dan Juni 2026 lalu, sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan beruntun.
Busan, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh kebutuhan impor minyak dalam negeri yang sangat tinggi sebagai imbas konflik geopolitik Timur Tengah pada kuartal II lalu.
"Salah satu faktor utamanya adalah karena Maret-April harga minyak sangat tinggi, di atas US$100 [per barel], mudah-mudahan ini terkontrol karena kebutuhan kita cukup besar," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Meski demikian, Busan menyambut posifit tren neraca dagang kembali berbalik positif per Juli 2026 dengan kembali surplus sebesar US$120 juta.
Dia berharap tren surplus akan kembali menguat dalam jangka panjang, seiring dengan tren positif surplus neraca dagang non-migas yang per Juli 2026 juga mencatatkan nilai sebesar US$3,10 miliar.































