Logo Bloomberg Technoz

Ramalan Ekonomi Amerika dan Dampaknya ke Indonesia

Redaksi
24 July 2026 13:06

Ilustrasi ekonomi AS. (Bloomberg)
Ilustrasi ekonomi AS. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami soft landing, yang ditandai dengan stabilitas pertumbuhan dan investasi yang makin kuat. Namun pada saat yang sama, inflasi justru kembali menghangat. Kondisi ini berpotensi membuat suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) bertahan tinggi lebih lama (higher for longer).

Bloomberg Economic Survey edisi Juni memproyeksikan bahwa perekonomian terbesar di dunia itu diperkirakan tumbuh 2,1% pada 2026, sama dengan proyeksi 2025. Sebelum bertahan di 2,1% pada 2027, dan naik tipis menjadi 2,2% pada 2028. 

Dibandingkan realisasi 2024 sebesar 2,8%, pertumbuhan ini memang melambat 0,7 poin persentase pada 2025, dan kemudian stabil pada tahun selanjutnya. Perlambatan tersebut bukan merupakan kontraksi, tetapi mengindikasikan bahwa AS tengah kembali ke laju pertumbuhan yang berkisar 2%. 


Pada saat yang sama, pertumbuhan konsumsi diperkirakan turun dari 2,6% pada 2025 menjadi 1,9% pada 2026. Kemudian pada 2027, konsumsi diperkirakan meningkat tipis menjadi 2%, lalu naik lagi menjadi 2,2% pada 2028. 

Pelemahan konsumsi tersebut mencerminkan dampak akumulatif dari posisi FFR tinggi terhadap konsumen rumah tangga. Hal tersebut membuat masyarakat kian selektif dalam berbelanja lantaran kredit kendaraan, kartu kredit, hingga kredit perumahan tetap mahal.