Awali Pekan, Rupiah Ditutup Rp17.640/US$
Tim Riset Bloomberg Technoz
07 September 2026 15:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Senin (7/9/2026) dengan pelemahan terbatas 0,02% ke Rp17.640/US$, menyusul kenaikan harga minyak mentah yang bertahan tinggi di US$96,53/barel.
Sementara itu, sebagian besar mata uang Asia berhasil menguat dipimpin yen Jepang 0,81%, won Korea Selatan 0,59%, dolar Taiwan, baht Thailand, dolar Singapura, rupee India, dolar Hong Kong dan yuan China. Sebaliknya, rupiah melemah bersama ringgit Malaysia dan yuan offshore.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga datang dari pergerakan yield yang mengalami tekanan jual di tenor pendek dan sebagian tenor menengah-panjang. Yield tenor 2 tahun naik 6,4 bps ke 6,8% dan tenor 1 tahun naik 3,4 bps ke 6,8%.
Begitu juga tenor menengah-panjang seperti 6 tahun hingga 10 tahun mencatat kenaikan yield dan kembali berada di rentang 7,03% hingga 7,14%.
Kenaikan yield pada tenor pendek dapat dibaca sebagai permintaan kompensasi lebih tinggi oleh para investor lantaran adanya risiko likuiditas, fiskal, serta adanya arah kebijakan moneter.
































