Logo Bloomberg Technoz

Dampak dan Bahaya Gas SO₂, Si Emisi Erupsi Gunung Berapi

Redaksi
07 September 2026 17:30

Gunung berapi Nevado del Ruiz mengeluarkan abu dan asap di dekat Murillo, Kolombia, Jumat (7/4/2023). (Jar F. Coll / Bloomberg)
Gunung berapi Nevado del Ruiz mengeluarkan abu dan asap di dekat Murillo, Kolombia, Jumat (7/4/2023). (Jar F. Coll / Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Erupsi gunung berapi tak hanya mengeluarkan lava panas, abu, atau batuan, tetapi juga melepaskan berbagai macam gas ke atmosfer. Salah satunya sulfur dioksida (SO₂). Gas ini memiliki peran penting dalam menentukan dampak erupsi terhadap kesehatan manusia, lingkungan, kualitas udara, bahkan suhu bumi.

SO₂ merupakan gas tidak berwarna dengan bau yang tajam dan menyengat. Dalam konsentrasi tertentu, SO₂ bisa mengiritasi mata dan saluran pernapasan serta menyebabkan gangguan kesehatan.

Di lingkungan, gas ini bisa berkontribusi terhadap terbentuknya hujan asam dan kabut polusi vulkanik yang dikenal volcanic smog. Apabila erupsinya sangat besar hingga SO₂ mencapai stratosfer, gas tersebut bisa berubah menjadi aerosol sulfat yang memantulkan radiasi matahari, sehingga mampu mendinginkan suhu permukaan bumi untuk sementara waktu.


Apa itu SO₂?

Sulfur dioksida atau SO₂ merupakan senyawa yang terdiri atas satu atom sulfur dan dua atom oksigen. Gas ini bisa berasal dari proses alami maupun aktivitas manusia. Gunung berapi merupakan salah satu sumber alami SO₂.