Logo Bloomberg Technoz

Abu Erupsi Anak Krakatau dan Masker yang Makin Berharga

Andrean Kristianto
07 September 2026 17:41

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang merapihkan masker yang dijualnya di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang merapihkan masker yang dijualnya di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang mamasang karton bertuliskan Masker Habis di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pedagang mamasang karton bertuliskan Masker Habis di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang merapihkan masker yang dijualnya di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga memilih masker yang dijual di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang mamasang karton bertuliskan Masker Habis di Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat warga Jakarta meningkatkan kewaspadaan. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya kebutuhan masker di sejumlah kawasan, termasuk Jalan Andara Raya, Pondok Labu, Jakarta.

Mamin (25), pedagang masker di kawasan tersebut, merasakan perubahan aktivitas penjualan sejak Minggu pagi. Tingginya permintaan membuat persediaan masker yang dimilikinya cepat terserap pembeli.

“Mulai ramai dari kemarin, Minggu pagi. Dari pagi sudah mulai ramai. Tadinya ada stok 1.000 lebih, sorenya sudah habis jam 4,” kata Mamin kepada Bloomberg Technoz, Senin (7/9)

Ia mengatakan lonjakan permintaan turut mendorong kenaikan harga masker sebesar Rp5.000. Masker yang sebelumnya dijual Rp10.000 kini dipasarkan dengan harga Rp15.000 per kotak.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada omzet pedagang. Mamin menyebut pendapatan hariannya yang biasanya mencapai sekitar Rp2 juta dapat meningkat hingga dua kali lipat ketika permintaan sedang tinggi.

“Omzet bisa naik 100%. Kalau biasanya, hari-hari biasa paling gede itu satu hari dua juta, sehari, kalau sekarang bisa naik dua kali lipat bisa lebih,” kata pria 25 tahun tersebut.

Di tengah meningkatnya kebutuhan, ketersediaan masker justru menjadi persoalan bagi sebagian warga. Ulfa (37), warga yang tinggal tidak jauh dari Jalan Andara Raya, Pondok Labu, mengaku telah mencari masker untuk orang dewasa dan anak-anak di tiga lokasi sejak kemarin, tetapi banyak yang persediannya habis.

“Mau nyari masker buat dewasa sama anak tapi semuanya pada kosong sudah nyari di tiga tempat dari kemarin,” kata Ulfa.

(dre/ros)