Logo Bloomberg Technoz

Gas SO₂: Emisi Erupsi Gunung Berapi yang Bisa Dinginkan Suhu Bumi

Redaksi
07 September 2026 14:40

Aktivitas Anak Krakatau. (dok. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG))
Aktivitas Anak Krakatau. (dok. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG))

Bloomberg Technoz, Jakarta - Letusan gunung berapi dalam jumlah sangat besar disebut dapat mendinginkan suhu bumi melalui aerosol sulfat. 

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria menjelaskan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi magmatik bertipe lava fountain (pancuran lava). Karakteristik erupsi tipe ini melepaskan gas sulfur dioksida (SO₂) dalam kuantitas yang sangat besar.

“Gunung api yang mengalami magmatik melepaskan gas SO₂ dalam jumlah besar. Gas SO₂ tersebar ke wilayah yang luas karena terbawa angin. Jika gas SO₂ mencapai atmosfer tinggi, penyebarannya mengikuti angin di ketinggian tersebut,” ungkap Lana dalam keterangan pers dikutip Senin (7/9/2026).


Mengutip laman NASA, gas SO₂ yang bereaksi dengan air di atmosfer akan membentuk partikel-partikel kecil. Partikel ini akan mengelilingi Bumi dan bertahan di udara selama beberapa tahun, bergantung pada besarnya kolom letusan dan ketinggian jangkauannya. 

Partikel dengan nama aerosol sulfat berwarna cerah ini memantulkan sebagian radiasi Matahari kembali ke angkasa, sehingga suhu Bumi mendingin untuk sementara, biasanya selama beberapa bulan hingga beberapa tahun.