Logo Bloomberg Technoz

Daftar Proyek Aluminium China di RI, 'Curi Start' Sebelum Rusal

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 September 2026 08:20

Pekerja menuangkan aluminium cair ke dalam cetakan di smelter aluminium Krasnoyarsk milik United Co. Rusal di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov
Pekerja menuangkan aluminium cair ke dalam cetakan di smelter aluminium Krasnoyarsk milik United Co. Rusal di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto medio pekan lalu menyatakan raksasa aluminium asal Rusia, United Company Rusal, berminat berinvestasi secara besar-besaran di Indonesia untuk membangun pabrik pengolahan atau smelter bersama perusahaan dalam negeri.

Prabowo menyatakan produsen aluminium terbesar kedua di dunia itu bakal berinvestasi dengan sejumlah kelompok atau perusahaan di Indonesia.

“Jadi, proyek-proyek ini berjalan sangat baik, terus maju pesat, dan kami juga terus maju pesat di bidang pengolahan, misalnya pertambangan, seperti kerja sama kami dengan entitas aluminium besar—saya kira yang terbesar di dunia—yaitu Rusal,” kata Prabowo ketika berbicara sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).


Rusal sendiri merupakan salah satu perusahaan aluminium besar di dunia, di mana produksi aluminium dari perusahaan tersebut mencapai 3,91 juta ton pada 2025 dan setara sekitar 5,3% produksi aluminium dunia.

Namun, jauh sebelum rencana Rusal ingin berinvestasi di Indonesia, sejumlah perusahaan China sudah berbondong-bondong berinvestasi untuk membangun smelter aluminium di Indonesia.

Peta ekspansi smelter aluminium di Indonesia. (Bloomberg)