Logo Bloomberg Technoz

Hitung-hitungan Purbaya Buat Selesaikan Utang Kereta Cepat Whoosh

Dovana Hasiana
07 September 2026 21:58

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis bisa menyelesaikan utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh melalui Spesial Mission Vehicle (SMV) yang berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Purbaya mengatakan SMV yang akan ditunjuk untuk membereskan utang Whoosh sudah memiliki uang. Dia mencontohkan saat ini satu perusahaan SMV Kemenkeu memiliki keuntungan Rp3–4 triliun per tahun, di tambah dengan pendapatan operasional dari mengelola Whoosh, SMV tersebut bisa memiliki keuntungan sebesar Rp800 miliar.

“Cukuplah untuk bayar utang [Whoosh] yang ada sekarang, nanti kita hitung,” ungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (7/9/2026).


Purbaya menambahkan pada pertengahan bulan ini, Danantara akan mengalihkan Whoosh kepada Kemenkeu. Peralihan ini menggunakan skema inbreng di mana Kemenkeu akan mengambilalih 60% saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang ada di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Purbaya Soal Whoosh Keputusan Sudah Final, Tunggu Pengumuman Presiden (Diolah)

“Ini dana penyertaan ekuitas dikasih ke saya, nol rupiah. SMV saya menanggung utang [Whoosh] ke depannya. Jadi enggak ada cost-nya buat saya. Nanti tiap tahun BUMN yang di bawah Kemenkeu akan bayar itu,” terang Purbaya.