Logo Bloomberg Technoz

Dinkes DKI Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik, Imbau Warga Pakai N95

Redaksi
07 September 2026 11:20

Erupsi Gunung Anak Krakatau (Sumber: PVMBG)
Erupsi Gunung Anak Krakatau (Sumber: PVMBG)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk melindungi saluran pernapasan dan mata dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah Jakarta. Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawari mengatakan paparan abu vulkanik dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Keluhan yang dapat muncul antara lain batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, hingga memperburuk penyakit pernapasan seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Paparan abu juga dapat menyebabkan mata perih, merah, dan terasa mengganjal, serta memicu gatal dan iritasi pada kulit.

"Sebab itu masyarakat diimbau untuk melakukan beberapa langkah perlindungan. Terutama saat abu vulkanik berada di lingkungan sekitar," kata Ani, Minggu (6/9).


Dinkes DKI mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan saat konsentrasi abu meningkat serta menutup rapat pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, Ani menyarankan penggunaan masker KN95 atau N95 untuk membantu menyaring partikel halus. Warga juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung guna mengurangi paparan abu pada mata.

Setelah kembali ke rumah, masyarakat disarankan segera mandi dan keramas, mengganti pakaian, serta mencuci pakaian yang terpapar abu secara terpisah. Dinkes juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat membersihkan abu vulkanik di rumah maupun lingkungan sekitar. Warga disarankan menggunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian lengan panjang, dan sepatu tertutup.