Logo Bloomberg Technoz

Belanja K/L 2027 Disepakati Naik Rp9,1 Triliun, Ini Kata Purbaya

Redaksi
07 September 2026 20:00

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons adanya kenaikan alokasi belanja negara sebesar Rp9,1 triliun dalam postur sementara Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Dalam Rapat Kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah hari ini, Senin (7/9/2026), kedua pihak menyepakati bahwa alokasi belanja negara pada 2027 akan meningkat mencapai Rp9,1 triliun, khususnya belanja untuk kementerian/lembaga (K/L).

Menanggapi adanya kenaikan pagu anggaran 2027 itu, Purbaya mengatakan sebenarnya terdapat banyak K/L yang mengajukan tambahan anggaran. Namun anggaran negara memiliki keterbatasan, sehingga pemerintah mesti memilih pos mana saja yang paling optimal untuk mendongkrak perekonomian. Pos-pos tersebut yang mendapat tambahan anggaran saat ini. 


"Kalau minta semua, semua kan mintanya sampai Rp 1.000 waktu itu kan bilangnya. Kalau kita uangnya banyak kayak di surga ya saya kasih semua. Ini kan ada keterbatasan. Itulah ekonomi," tutur Purbaya di Gedung DPR RI, Senin (7/9/2026).

Dalam tabel keterangan RAPBN 2027, belanja negara ditetapkan naik Rp9,1 triliun dari target awal yang tercantum dalam Nota Keuangan 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun menjadi Rp4.106,3 triliun. Kenaikan berasal dari belanja pemerintah pusat, tepatnya belanja K/L yang naik dengan nominal Rp9,1 triliun, dari Rp1.504,7 triliun menjadi Rp1.513,8 triliun.