Survei Bloomberg: Ekonomi RI Tumbuh Positif, Peluang Resesi Minim
Redaksi
29 June 2026 08:58

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indonesia diperkirakan masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% pada 2026. Lanskap makro menunjukkan bahwa ruang untuk mendorong pertumbuhan kian sempit.
Bloomberg Economic Survey edisi Juni memproyeksikan bahwa ekonomi Tanah Air tetap resilien, meski harus dibayar dengan kombinasi suku bunga yang masih tinggi, pelemahan sektor eksternal, serta adanya tekanan terhadap fiskal.
Dengan begitu, Indonesia tidak sedang menghadapi risiko resesi, dengan angka probabilitas resesi hanya 10%. Walau Indonesia juga belum memasuki fase akselerasi pertumbuhan yang lebih kuat.
Bloomberg memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil sebesar 5% pada 2026. Angka ini sedikit lebih rendah dari estimasi 5,1% pada 2025. Meski begitu, pertumbuhan tersebut masih tergolong solid dibanding banyak negara berkembang.
Namun, Bloomberg mencatat bahwa mesin pertumbuhan domestik mulai kehilangan momentum setelah ekspansi yang kuat pada awal tahun.

































