Logo Bloomberg Technoz

IHSG Ditutup Melemah Saat Cadev Indonesia Tembus US$ 146,5 Miliar

Muhammad Julian Fadli
07 September 2026 17:15

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah melemah 16,8 poin (0,25%) di posisi 6.619 pada Senin (7/9/2026). Rupiah juga melemah 0,02% di Rp17.640/US$ saat Bank Indonesia mengumumkan Cadangan Devisa RI menguat mencapai US$ 146,5 miliar per Agustus 2026.

Sepanjang hari IHSG terus melemah, rentang perdagangan terjadi 6.667 sampai dengan terendahnya 6.610. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) memperhitungkan nilai transaksi mencapai Rp13,73 triliun dari 37,05 miliar saham diperjualbelikan dengan frekuensi 2,14 juta kali.

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 7 September 2026 (Bloomberg)

Tercatat hanya ada penguatan 281 saham, dan sebanyak–banyaknya 332 saham terjadi pelemahan. Sedang terdapat 179 saham stagnan.


Saham–saham keuangan, saham barang baku, dan saham teknologi menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 0,75%, 0,71%, dan 0,61%, disusul oleh pelemahan pada saham properti dengan drop 0,27%.

Sejumlah saham keuangan yang menjadi pendorong pelemahan IHSG ialah, saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) yang jatuh 5,82%, saham PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) ambles 5,49% terutama saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) drop 4,49%.