Logo Bloomberg Technoz

Plus Minus Pakai HVO buat B60: Ramah Lingkungan, Pasokan Terbatas

Sabrina Mulia Rhamadanty
07 September 2026 15:00

Tanda bahan bakar biodiesel hibrida minyak nabati terhidrogenasi (HVO)./Bloomberg-Krisztian Bocsi
Tanda bahan bakar biodiesel hibrida minyak nabati terhidrogenasi (HVO)./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Potensi penggunaan minyak nabati terhidrogenasi alias hydrotreated vegetable oil (HVO) sebanyak 10% sebagai bagian dari campuran biodiesel 60% (B60) membawa angin segar bagi transisi energi bersih di sektor otomotif dan industri.

Sebagai bahan bakar terbarukan generasi kedua (green diesel), HVO menawarkan kualitas kimiawi yang menyerupai solar murni jika dibandingkan dengan fatty acid methyl ester (FAME).

Keunggulan ini menjadikan HVO sebagai kunci penting untuk mengejar target penurunan emisi sekaligus menjaga performa mesin kendaraan.


Meski begitu, Direktur Eksekutif Center for Energy Studies (CESS) sekaligus Pengamat Ketahanan Energi Universitas Indonesia, Ali Ahmudi, mengingatkan pemerintah untuk mempertimbangkan sisi lain dari HVO.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan penggunaan HVO dalam campuran biodiesel:

Seorang petugas SPBU ALE mengisi bahan bakar biodiesel ke sebuah kendaraan di Sao Paulo, Brasil./Bloomberg-Marcos Issa